SEJARAH

Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat adalah salah satu akademi baru di lingkungan kementerian pendidikan Republik Indonesia. Akademi ini dibentuk berdasarkan kajian dimana masih banyak tenaga lulusan SMA/MA/SMK yang ditolak oleh dunia kerja karena belum memiliki skill yang memadai. Maka berdasarkan kajian tersebut dibentuklah Akademi Komunitas di seluruh Indonesia, diharapakan setiap kabupaten memiliki satu akademi komunitas berdasarkan ciri khas dan lokalitas di daerah tersebut. Harapannya lulusan AK ini akan mampu memiliki skill yang memadai untuk dapat masuk ke dunia kerja.

Akademi komunitas negeri (AKN) Aceh Barat tahap awalnya masih merupakan cikal bakal yang dibentuk dibawah payung perguruan tinggi pemerintah lain di Indonesia. AKN Aceh Barat ini diinisiasi pertama kali dengan nama Pendidikan Diluar Domisili (PDD) Politeknik Lhokseumawe. Itulah nama pertama yang diemban oleh AKN Aceh Barat. Dua tahun penuh AKN Aceh Barat ini dipayungi oleh Politeknik Lhokseumawe.

Tahun pertama dan tahun kedua sangat berat bagi AKN Aceh Barat  dalam menapaki jalannya di dunia lembaga pendidikan yang kejam ini. Pihak pengelola dari politeknik lhokseumawe harus melakukan jemput bola dengan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh Barat dan sejumlah SMK di Aceh Barat. Sampai saat ini mahasiswa yang bertahan berjumlah lebih kurang 120 orang

Memasuki tahun ketiga jumlah mahasiswa meningkat diluar ekspetasi pihak pengelola dari lhokseumawe. Mahasiswa yang mendaftar mencapai 428 orang dengan kapasitas daya tampung sebanyak 6 unit yaitu sejumlah 240. Setelah dilakukan seleksi dan berdasarkan minat untuk melanjutkan study yang besar akhirnya ditambah 1 unit lagi yang dilakukan subsidi oleh pemerintah Kabupaten Aceh barat. Sehingga mahasiswa yang bisa ditampung di AKN Aceh Barat sebanyak 280 orang.

Tahun 2014 menjadi tahun pertama lulusan AKN Aceh Barat yang bisa mengikuti wisuda. Namun wisuda kali ini masih berada dibawah koordinasi Politeknik Negeri Lhokseumawe. Sehingga lulusannya masih dianggap sebagai bagian dari pendidikan diluar domisili Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Pada tahun ketiga inilah status Pendidikan Diluar Domisili (PDD) Politeknik Lhokseumawe berubah menjadi Akademi komunitas negeri (AKN) Aceh Barat yang berdiri sendiri, menjadi satuan kerja tersendiri yang terpisah dari Politeknik Negeri Lhokseumawe. AKN Aceh Barat menjadi perguruan tinggi pemerintah ditetapkan tanggal 17 Oktober 2014. Dan menjadi AK yang kedua yang dinegerikan di Indonesia setelah AKN Pacitan. Ini adalah bukti kerja keras dari pemerintah Aceh Barat di bawah pimpinan H. T. Alaidinsyah dan Drs. H. Rachmat Fitri HD, MPA beserta dengan tim inti penegerian AK, Mursyidin, Zulyadi Miska dan Amrizal Hamsa yang bekerja tanpa pamrih dan selalu di bawah tekanan agar proses ini bisa dipercepat.

AKN Aceh Barat diharapkan menjadi jalan keluar yang terbaik bagi lulusan SMTA, dengan biaya pendidikan yang murah dan malahan disubsidi oleh pemerintah kabupaten Aceh Barat, fasilitas pendidikan dan praktek yang lengkap, waktu dalam menempuh pendidikan yang relatif singkat dan terjangkau bagi masyarakat yang kurang mampu untuk meningkatkan perekonomian Nasional dan daerah khususnya Aceh Barat. Salah satu keunggulan lainnya bagi mahasiswa yang berasal dari Aceh Barat akan diberikan pembebasan SPP dengan pemberian beasiswa oleh Pemkab Aceh Barat.